Kolokium

January 30th, 2012

Sebelum melakukan penelitian, seluruh mahasiswa Ilmu Komputer tingkat akhir harus menjalani sebuah proses yang diberi nama kolokium. Kolokium merupakan seminar usulan penelitian. Dalam kolokium, akan disampaikan judul, latar belakang, tujuan, dan manfaat dari penelitian yang akan dilakukan. Selain itu, akan disampaikan pula metode yang akan digunakan dalam penelitian. Kegiatan ini dilakukan sejak tanggal 16 hingga 26 Januari 2012.

Alhamdulillah, saya sudah mempresentasikan usulan penelitian saya. Penelitian saya bertemakan pengenalan pola (pattern recognition), dan mengambil judul:

“Aplikasi Mobile Penerjemah Aksara Sunda Berbasis Augmented Reality Menggunakan Klasifikasi Support Vector Machine

Dalam penelitian ini, akan dikembangkan sebuah aplikasi mobile yang dapat digunakan untuk “membaca” tulisan aksara Sunda tercetak, yang terdapat pada buku atau papan nama jalan, dan kemudian menerjemahkannya menjadi tulisan Latin.

Setelah membaca judul penelitian saya, mungkin pertanyaan-pertanyaan ini muncul di benak Anda:

1. Mengapa harus aplikasi mobile?
Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan sebuah ponsel tidak hanya berfungsi sebagai ponsel biasa, tetapi juga sebagai sebuah web browser, GPS, PDF reader, dan komputer mini. Teknologi ini biasa disebut dengan smart phone, dan sekarang perkembangannya sudah cukup pesat. Karenanya, proses komputasi dapat dilakukan hanya dengan sebuah ponsel.

2. Mengapa harus aksara Sunda?
Aksara Sunda merupakan salah satu peninggalan budaya Sunda. Aksara Sunda sudah dibakukan melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 434/Sk.614-Dis.Pk/99, dan dalam beberapa tahun ini sudah digunakan dalam kehidupan masyarakat Sunda, khususnya di Jawa Barat. Selain itu, aksara Sunda telah masuk ke dalam Unicode, dan masuk ke dalam daftar karakter Unicode versi 5.1 (sumber). Aksara Sunda digunakan dalam buku teks pelajaran, dan beberapa kota di Jawa Barat menggunakan aksara Sunda pada papan nama jalan, mendampingi tulisan Latinnya. Akan tetapi, tidak banyak orang yang mengerti dan memahami tulisan aksara Sunda, bahkan masyarakat Sunda sekalipun. Dengan dikembangkannya aplikasi ini, diharapkan dapat membantu menerjemahkan tulisan aksara Sunda.

3. Mengapa harus augmented reality?
Salah satu perkembangan teknologi pada aplikasi mobile adalah munculnya modul augmented reality. Dengan modul ini, suatu device dapat menampilkan tampilan realita dunia nyata untuk pengguna yang tertambahkan oleh computer-generated sensory input, seperti data suara, video, grafis, atau GPS (mashable.com). Dengan diterapkannya modul ini, diharapkan tulisan Latin yang terbaca dapat “digandengkan” dengan citra tulisan aksara Sundanya.

4. Mengapa harus Support Vector Machine?
Support Vector Machine (SVM) merupakan salah satu teknik yang biasa digunakan untuk klasifikasi. Teknik ini mencari sebuah bidang batas (hyperplane) yang dapat memisahkan data menjadi kelas tertentu yang dapat memaksimumkan margin, yaitu jarak antara data “terluar” dari masing-masing kelas dengan hyperplane. SVM dapat menangani baik masalah yang linear maupun yang nonlinear. Untuk menangani masalah nonlinear, digunakan fungsi kernel untuk memetakan data ke ruang ciri yang berdimensi lebih tinggi. Juga, dalam beberapa keterangan, disebutkan bahwa SVM digunakan dalam proses pengenalan karakter tulisan tangan (handwritten character recognition, HCR).
Keterangan lebih lanjut mengenai SVM salah satunya dapat dibaca di sini.

Demikian judul penelitian saya. Dari alokasi jadwal yang saya susun, rencananya penelitian ini akan selesai pada bulan April 2012. Do’akan saja, semoga bisa selesai tepat pada waktunya.. :)

Tulisan asli ada di sini.